TKW Indonesia di Taiwan Lompat Dari Lantai 11 Hingga Tewas Diduga Dianiaya Penuh Luka, Majikan Divonis Tidak Bersalah, KJRI Geram Karena Kuasa Hukum Ditolak

TKW Indonesia di Taiwan Lompat Dari Lantai 11 Hingga Tewas Diduga Dianiaya Penuh Luka, Majikan Divonis Tidak Bersalah, KJRI Geram Karena Kuasa Hukum Ditolak

SUARABMI.COM - TKW Indonesia meninggal bunuh diri lompat dari lantai 11, Majikan yang juga Tersangka di vonis tidak bersalah, KDEI Taipei geram ambil ahli kuasa hukum namun ditolak majelis hakim. Netizen ikutan geram.

Almarhum TKW asal Indonesia "Ati" (33) meninggal bunuh diri dengan melompat dari ketinggian 11 lantai. Sidang telah dilakukan lebih kurang 1 tahun 7 bulan lamanya, Jaksa penuntut menuntut pelaku dengan 2 pasal. Pasal penganiayaan dan pasal pembatasan kebebasan berkehidupan. 

Hakim yang menangani sidang mengeluarkan putusan sela terhadap pasal penganiayaan. Akan tetapi tuntutan atas Pasal pembatasan kebebasan berkehidupan di vonis tidak bersalah. Hal ini yang membuat KDEI Taipei geram dan ingin mengambil ambil ahli kuasa hukum korban untuk menuntut tersangka.
[post_ads]
Diketahui pengambilan ahli kuasa dari KDEI di tolak oleh Hakim dikarenakan tidak ada lampiran surat Otoritas / surat kuasa dari pihak korban / keluarga nya.

Ditolak nya Pihak KDEI oleh hakim tersebut membuat jaksa penuntut semakin geram dan melakukan aju banding tingkat 2 ke pengadilan tinggi.

Hasil otopsi Jenazah korban terdapat banyak luka dalam dan patah tulang, ini memang hal yang umum terjadi jika melakukan aksi bunuh diri dari ketinggian yang luar biasa. Akan tetapi pihak Jaksa penuntun menemukan ada kejanggalan lain di bagian tubuh Ati lainnya, seperti luka bekas cakar, Kulit kepala yang lemban akibat tarikan dan luka bekas pukulan di bagian tubuh lainnya, Jasa penuntut merasakan kejanggalan ini benar-benar tidak lazim sehingga melaporkan kejadian ini kepada KDEI Taipei dan meminta bantuan mereka untuk melakukan pengambilan kuasa atas kasus ini.

Dari rekapan sidang tuntutan, tertulis bahwa tersangka Kakak adik bermarga Lin mendatangkan Alm. Ati untuk bekerja di kediamannya Juni 2016 dan tinggal bersama sang kakak pada awalnya, Sedang kan adik perempuan Lin mulai tinggal bersama mereka saat bulan mei 2017. Kehadiran adiknya ini mendatangkan bencana dan tekanan bagi Alm. Ati, Ia sering sekali memarahi Alm.Ati dengan kata-kata kasar dan menuduh Ati mencuri barang milik nya.
[post_ads_2]
(14/11/2017) Sang adik berbentrokan langsung dengan Alm. Ati dengan menuduhnya mencuri barang milik pribadinya.

Alm. Ati yang habis kesabaran saat itu bertengkar hebat dengan mereka, Mereka dilaporkan sempat memukul, menarik rambut dan menarik kedua tangan Alm.Ati saat Ia ingin keluar dari kediamannya. Mereka tidak mengizinkan Alm.Ati keluar rumah sampai mereka menemukan barang milik mereka yang hilang tersebut.

Saptam penjaga yang bertugas saat mengetahui pertengkaran tersebut dari tetangga yang melapor dan langsung bergegas ke TKP untuk mengecheck situasi. kedua tersangka meminta Satpam untuk mencegah Alm.Ati keluar dari pintu rumah.

Agency yang menangani Alm. Ati juga segera didatangkan saat itu juga, dan ternyata kehadiran sang Agency tidak berakhir lebih baik, Agency malah memberi tekanan lebih kepada Alm. Ati dengan membela sang majikan.

Alm.Ati sempat di bawa pergi oleh sang Agency beberapa hari, Akan tetapi dibalikan lagi beberapa hari setelahnya (17/11/2017). Saat kembali, kedua tersangka kembali mengintimidasi Alm. Ati dengan mengecheck semua barang milik pribadinya sampai pemeriksaan diseluruh tubuhnya.

Di sidang perkara awal, Satpam selaku saksi menyatakan saat kejadian berlangsung, ia tidak melihat secara detail terkait luka yang ada ditubuh Alm. Ati. Ia juga menyatakan pelaku memang pernah memberitahu kepada dirinya harus mengcegat Alm.Ati jika melihatnya keluar dari lingkungan apartemen. Tapi sang satpam mengaku tidak pernah mencegat nya sama sekali. Ia juga sempat melihat Ati keluar apartemen saat membuang sampah (17/11/2017) malam hari.

Jenazah Ati ditemukan dibalkon lantai 2 keesokan harinya (18/11/2017) dini hari dengann barang milik pribadinya berserakan dijalanan depan apartemen.

Pihak keluarga Ati melalui jaksa penuntut, menuntut kedua tersangka untuk membiayai segala pengeluaran Alm Ati selama di Taiwan dan biaya pengurusan pengantaran Jenazah sampai tiba di rumahnya di Indonesia. dan ini telah dilakukan oleh kedua tersangka.

Namun di ketahui Pihak keluarga tidak memberi surat kuasa kepada pihak KDEI Taipei untuk mengambil ahli sidang ini. Hal ini yang menjadi alasan KDEI ditolak untuk mengajukan pengambil ahlian terkait kasus ini.

Editor Penerjemah : Yurong - @Yurong.tw