Bahasa Indonesia Akan Segera di Ajarkan di Sekolah - Sekolah Taiwan, Ini Bukti Indonesia Semakin Diperhitungkan Hingga Bahasanya

Bahasa Indonesia Akan Segera di Ajarkan di Sekolah - Sekolah Taiwan, Ini Bukti Indonesia Semakin Diperhitungkan Hingga Bahasanya

SUARABMI.COM - Wakil menteri pendidikan Taiwan mengatakan bahwa sekolah akan menggunakan 7 bahasa sebagai upaya pembiasaan terhadap konsep masyarakat multikultural, salah satunya Bahasa Indonesia. 

Pendidik di Taiwan mulai menyusun kurikulum tujuh bahasa yang ada di Asia Tenggara secara serentak. Cara seperti itu merupakan langkah unik pendidik untuk menjelaskan bahwa Taiwan merupakan negara multikultural dan multietnis.

Pada 26 Juni 2019 lalu, merupakan ‘hari penting dalam sejarah’ yang menetapkan tonggak baru kebijakan pendidikan negara, kata Fan Sun-lu (范巽綠) saat konferensi pers.
[post_ads]
Terdapat 126 buku dengan berbagai bahasa, yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, Burma, Kamboja, Melayu dan Filipina dengan 2.328 pendidik bersertifikat khusus.

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat berbahasa Asing merupakan langkah yang tepat untuk membiasakan mereka dengan konsep masyarakat multibahasa, multietnis dan multikultural.

Mulai bulan Agustus, pada semester berikutnya akan diberikan periode kursus bahasa Asia Tenggara sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar setiap minggunya. Pada sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah menengah atas (SMA) akan diberikan secara ‘fleksibel’, yakni bebas memilih.

Taiwan merupakan negara pertama yang menggabungkan beberapa bahasa Asia Tenggara ke dalam kurikulum resmi yang juga diterbitkan dalam bentuk buku.

Secara nasional, buku pegangan akan disamaratakan melingkupi pengetahuan budaya, seperti misalnya penggunaan Hijab seorang muslim dan etika ketika bertemu orang lain juga akan diberikan, kata Ting An-ni (丁安妮) seorang guru Bahasa Indonesia di sekolah dasar Beixin New Taipei.

Pemerintah Kota New Taipei telah menyiapkan beberapa langkah tambahan untuk mendukung kebijakan tersebut. Juga menambahkan bahwa mereka telah berupaya membuat kata-kata dari bahan-bahan tersebut seakurat mungkin.
[post_ads_2]
Administrasi Pendidikan K-12, Universitas Pusat Nasional dan Institut Industri Informasi juga telah berkolaborasi dalam menciptakan konten digital untuk pendidikan bahasa Asia Tenggara, kata Peng.

Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kendala jarak dan kurangnya sumber daya pendidikan di daerah pedesaan untuk memungkinkan anak sekolah mempelajari bahasa secara real time, katanya.

Pendidikan bahasa memang mampu merubah pandangan hidup seseorang, terutama dalam menilai sebuah kebudayaan. Pemerintah Taiwan berharap, kedepan program ini mendapat dukungan penuh dari negara-negara di Asia Tenggara.

nihaoindonesia