Terancam Hukuman Mati Sejak 2016, Nasib TKW Singapura Ini Belum Jelas, Sang Ayah Jatuh Stroke

Terancam Hukuman Mati Sejak 2016, Nasib TKW Singapura Ini Belum Jelas, Sang Ayah Jatuh Stroke

SUARABMI.COM - Salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Daryati (26), terancam terkena hukuman mati di Singapura, setelah terbukti membunuh majikannya. Aksi nekat itu dilakukannya, karena ingin mencuri paspor dan uang, dengan dalih ingin kembali ke kampung halamannya.

Daryati diajukan ke persidangan pada Selasa (23/4) kemarin. Dia didakwa membunuh majikannya, Seow Kim Choo (59), dengan senjata tajam dan menikam korbannya nyaris 100 kali. Menurut surat dakwaan, saat Daryati baru dua bulan bekerja di rumah Kim Choo di daerah Telok Kurau pada 12 Mei 2016, dia sudah merasa tidak betah.

Daryati mengaku di depan penyidik dia sangat ingin pulang kampung dan rindu dengan kekasihnya yang bekerja di Hong Kong, China. Karena paspornya ditahan dan uangnya tidak cukup, dia lantas berencana mencuri dari majikannya. Niat kejinya itu juga ditulis dalam secarik kertas.
[post_ads]
"Saya harus melakukan ini segera. Saya harus berani walaupun nyawa taruhannya. Saya siap menanggung segala risikonya. Saya siap menerimanya. Saya harap rencana ini berjalan lancar. Sasaran saya adalah keluarga majikan," demikian isi surat Daryati.

Hingga saat ini, Daryati masih mendekam di penjara di Singapura dan belum di eksekusi. Pemerintah pun masih melakukan pendampingan atas kasusnya.

Ayah Dariyati yang berporfesi sebagai buruh tani mendengar anaknya akan dihukum mati, shok dan jatuh stroke hingga saat ini tak bisa berbicara, tak bisa berdiri bahkan jiwanya terganggu.
[post_ads_2]
Dari bilik jeruji besi, Daryati selalu mengatakan permintaan maaf kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya melalui surat-surat yang ia tulis dan meminta doa agar kasusnya cepat selesai dan ia selamat dari hukuman mati.

Jaksa juga menjerat Daryati dengan dakwaan percobaan pembunuhan. Namun, saat ini urung dibawa ke persidangan. Jika terbukti, maka dia bakal dihukum mati. Sidang lanjutan akan digelar pada Agustus mendatang.