Hujan Badai Merah dan Kilat Terjang Hong Kong, 1 Orang Hilang dan 1 Meninggal Dunia Tersambar Petir

Hujan Badai Merah dan Kilat Terjang Hong Kong, 1 Orang Hilang dan 1 Meninggal Dunia Tersambar Petir

SUARABMI.COM - Hujan badai hebat (red Amber) mengagetkan Hong Kong hari ini , Sabtu(20/4),dimana keadaan berubah drastis yang  mengubah siang seperti  malam, menyebabkan seorang pria tewas setelah sambaran petir dan memicu operasi penyelamatan untuk lima orang yang jatuh ke laut dalam dua kecelakaan berperahu terpisah.

Secara  mendadak , pihak Observatory mengeluarkan peringatan badai hujan merah pertama tahun itu ketika hujan lebat dan angin kencang menerjang Hong Kong, membuat orang berlarian ke tempat yang aman untuk berlindung ,sementara awan gelap mengurangi jarak pandang ke tingkat seperti waktu malam.

Dikutip dari South China Morning Post ,seorang pria dan seorang wanita jatuh dari kapal pesiar yang tengah berlayar dari Sai Kung di dekat Sai Wan Ho Feri Pier sekitar pukul 2.50 siang. Mereka diselamatkan sekitar satu jam kemudian oleh kapal yang lewat.
[post_ads]
Setelah itu, sebuah kapal nelayan terbalik di perairan berombak lepas dari Pak Pai yaitu dua pria dan dua wanita di dalamnya. Polisi mengatakan 3 berhasil diselamatkan dan dilarikan kerumah sakit , sementara 1 pria dinyatakan hilang dan masih dalam  pencarian.

Dalam insiden terpisah, seorang pria disambar petir di Cheung Shan di Tai O. Dia tidak sadar ketika dikirim ke Pamela Youde Nethersole Eastern Hospital di Chai Wan,dimana  dia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Meskipun peringatan badai hujan merah diturunkan menjadi kuning pada pukul 15.20, para peramal memperingatkan adanya banjir serius dan kemacetan jalan, jauh dari prediksi mereka pada Jumat tentang "hujan sporadis" dengan "interval cerah".

“Serentetan hujan deras mengguyur wilayah pesisir Guangdong. Secara lokal, hujan deras di sore hari membawa lebih dari 50mm curah hujan ke daerah yang luas, ”kata Observatory.
[post_ads_2]
“Hujan deras mempengaruhi bagian utara New Territories, terutama di daerah Sheung Shui. Lebih dari 70mm curah hujan telah direkam dalam satu jam terakhir. "tambahnya.

Cuaca aneh merusak rencana liburan bagi banyak penduduk setempat dan pengunjung.
Trem Puncak menghentikan operasi karena pohon tumbang yang tertiup oleh angin yang kencang.

Kereta gantung Ngong Ping 360 di Pulau Lantau juga menghentikan layanannya.
Observatory mengatakan hembusan yang mencapai 100 km / jam atau lebih dapat terus mempengaruhi Hong Kong.