Ini Identitas TKI yang Jenazahnya di Buang ke Laut yang Sedang Viral

Ini Identitas TKI yang Jenazahnya di Buang ke Laut yang Sedang Viral

SUARABMI.COM - Viralnya kabar tentang pembuangan mayat TKI yang diduga meninggal di tengah lautan saat mencari ikan membuat banyak pihak penasaran dan ingin tahu kronologis dan identitasnya.
[post_ads]
Banyak pihak yang menyayangkan kejadian tersebut dan banyak warganet yang marah atas tindakan tersebut karena dinilai tidak menghargai keluarganya.

Dari pantauan suara bmi, identitas jenazah tersebut bernama Heri Setiawan yang merupakan ABK yang bekerja di kapal Taiwan. Heri diketahui berasal dari Semarang, ai mempunyai istri yang berasal dari Magelang.
[post_ads_2]
Menurut keterangan jasad Heri sengaja di kuburkan dengan cara dijeburkan kelautan lantaran ditakutkan akan membusuk jika dibawa kedaratan.

Informasi sementara yang diterima redaksi hanya sebatas itu dan masih mencari informasi lanjutan guna memastikan penyebab kematian dan juga hak-hak yang bersangkutan.

======== Update =====

Berdasarkan informasi yang beredar cukup viral di media sosial facebook tentang ABK WNI yang meninggal dunia dan jenazahnya di larung di laut, dengan ini berdasarkan informasi yang minim didapatkan dari kawan2 pelaut di medsos, saat ini tim advokasi PPI Semarang telah berhasil menemukan kediaman istri Alm. Heri Setiawan (asal Semarang) di rumahnya di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan kunjungan Tim Advokasi PPI Semarang, dengan bantuan Bapak RW setempat yang memanggil pihak keluarga (Istri, anak, adik dan bapak) membenarkan bahwa Alm. HS dikabarkan telah meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di atas kapal FV. Lu Rong Yuan Yu pada tanggal 14 Februari 2018, karena tersangkut tali wayer kapal yang sedang digulung yang melukai bagian tangan, pinggang sampai kaki yang mengakibatkan nyawa HS tidak dapat tertolong.

Adapun mengenai info bahwa jenazah alm. HS dilarung atau dikubur di sana, pihak keluarga belum mengetahui kebenarannya, karena dua hari pasca kecelakaan pihak perusahaan perwakilan di Indonesia telah datang dan menyampaikan bahwa jenazah akan dikubur. Kedatangan pihak perusahaan ke kediaman istri Alm. HS memberikan santuan duka sebesar Rp. 6 juta rupiah. Sedangkan untuk hak2 lainnya seperti asuransi, dll hingga detik ini belum ada kejelasan.

Untuk diketahui, alm. berangkat ke luar negeri sebagai ABK pada tanggal 13 Juni 2017 dengan kontrak kerja 24 bulan (2 tahun), melalui PT. AMI.

Pihak pejabat desa setempat dan pihak keluarga korban menyambut baik kedatangan Tim Advokasi PPI. Saat ini kami sedang berkoordinasi guna melakukan langkah advokasi, mengingat masih ada hak2 yang belum dipenuhi.sumber ppi d semarang